Pembangunan pabrik sepatu asal Korea Selatan di Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, siap menjadi mega proyek yang menyerap hingga 10.000 tenaga kerja lokal.

Pabrik sepatu asal Korea Selatan akan segera berdiri di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dengan nilai investasi mencapai Rp1,8 triliun dan diproyeksikan menyerap hingga 7.000–10.000 tenaga kerja lokal. Proyek ini menjadi tonggak baru bagi ekonomi daerah yang selama ini dikenal sebagai kawasan agraris dan wisata.

Gambaran Umum Investasi

  • Lokasi pembangunan: Kecamatan Jalaksana, mencakup tiga desa — Sindangbarang, Ciniru, dan Dukuhdalem.
  • Luas lahan: Sekitar 21 hektare dengan 289 bidang tanah, sebagian besar berupa lahan tegalan milik warga.
  • Nilai investasi: Diperkirakan antara Rp1,2–Rp1,8 triliun.
  • Asal investor: Perusahaan manufaktur Korea Selatan yang bergerak di industri alas kaki global.
  • Target operasional: Akhir 2026, setelah proses pembebasan lahan rampung pada Mei 2026.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Lapangan kerja baru: Tahap awal akan menyerap 2.000–3.000 pekerja, meningkat hingga 7.000–10.000 tenaga kerja saat produksi penuh.

Efek berganda (multiplier effect):
  • Peningkatan daya beli masyarakat.
  • Pertumbuhan sektor perdagangan, kuliner, transportasi, dan perumahan.
  • Mendorong pengembangan kawasan industri baru di timur Kuningan.
Dukungan pemerintah daerah:
  • Penyederhanaan regulasi dan percepatan perizinan.
  • Pendampingan teknis bagi investor dan masyarakat.
  • Komitmen menjaga stabilitas sosial agar iklim usaha tetap kondusif.
Masuknya pabrik sepatu Korea di Kuningan menandai transformasi besar bagi ekonomi daerah. Selain membuka ribuan lapangan kerja, proyek ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan industri baru di Jawa Barat bagian timur. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, Kuningan berpotensi menjadi ikon investasi manufaktur berkelanjutan di Indonesia.